Rabu, 11 Februari 2015

Kumpulan Sajak Abang Dhio'

AJARI CARA BERMIMPI
sungguh aku merasa heran, mengapa
selalu saja kau bertanya tentang
bagaimana cara bermimpi yang indah
dan sudah berulangkali kukatakan,
masuklah ke dalam mimpiku
lalu menjelmalah apa saja yang kau suka
tetapi selalu saja kau menjelma
seorang lelaki tua di tepi jalan
seorang anak yang berlari dalam hujan
sambil menadahkan tangan
kau selalu juga bertanya dengan lugunya
siapa anak itu dan siapa lelaki tua itu
padahal kau sedang berada dalam mimpiku
bagaimana aku katakan kalau itu
adalah sebagian impian masa laluku?
kau pasti tidak akan pernah percaya
dan kau pasti katakah, toh itu hanya mimpi
tetapi diam-diam kau mencurinya
lalu kau menidurinya menjadi bunga mimpi
(diam-diam, aku pun memetiknya
sebelum kau terjaga....)

SAATNYA
saatnya berkumur dan sikat gigi
meskipun tak punya mulut
saatnya mencuci muka
meskipun tak punya wajah
saatnya mungkin tersenyum
meskipun tanpa bibir
saatnya mungkin berbicara
meskipun tanpa kata diucapkan
saatnya mungkin berpaling
meskipun tanpa punggung
saatnya mungkin melangkah
meskipun tanpa kaki
saatnya mungkin melupakan
meksipun tak ada yang diingatkan
saatnya mungkin bekerja
meskipun tak ada yang dikerjakan
saatnya mungkin untuk
mencoba semua kemungkinan
menjadi sebuah kepastian

TELAH KUCIPTAKAN
telah kuciptakan sungai
tapi kau tak mengalir
bahkan kau membuat bendungan
telah kuciptakan lautan
tapi kau tak berlayar
menuju kebebasan
tapi kau tambatkan
di sebuah dermaga
telah kuciptakan gunung
kau tak pernah mendaki
karena kau memilih
jalan pulang ke rumah
telah kuciptakan harapan
tapi kau memilih
keputus asaan dari
setiap kesempatan
telah kuciptakan kasih
tapi kau memilih benci
hanya karena kedengkian
telah kuciptakan ketiadaan
dan kau pun menghilang

BAGAIMANA MUNGKIN
bagaimana mungkin kau membakar matahari
menggarami lautan hanya dengan penyasalan
bagaimana mungkin kau dapat menegakkan
benang yang basah hanya dengan airmata
bagaimana mungkin kau dapat memahami puisi
jika kau tak pernah membaca dan menuliskannya
bagaimana mungkin kau dapat membencinya
jika kau ternyata begitu sangat mencintainya
bagaimana mungkin kau dapat mengatakan sejujurnya
jika kau ternyata selalu saja berdusta
bagaimana mungkin kau sangat mengenalku
jika ternyata kita tidak pernah bertemu
dan kau pun menjawab semua mungkin jika yakin
sementara kau sendiri tak pernah meyakininya

SISA SEPOTONG MIMPI
sisakanlah sepotong malam untukku
sekedar untuk bermimpi
jika kelak aku terjaga sebelum tidur
jangan kau bertanya
apakah aku sedang bermimpi
kalaupun kau masih juga ragu
masuklah ke dalam mimpiku
lalu ceritakanlah padaku
hingga aku dapat tidur dalam mimpiku
dan sisa sepotong malam
akan kuberikan juga untukmu
agar kau juga dapat bermimpi sepertiku.


AKU INGIN PULANG...
Mata ini mulai sembab oleh hujan...
Lalu kelam melayang-layang dihidungku
Jelas terlihat pucatnya tertunduk penuh ratap
Lalu hitam kembali menyeret ku
Tuhan...
Aku tahu
Setan menari-nari dipangkuanku, itu dulu
Tertawa berapi-api, lalu menghina-Mu, itu dulu
Makin dalam aku tertunduk malu
Makin berat Setan di tengkuk ku
Dustanya menjilati kuping ini
Lalu aku dibenamkannya dalam dosa
Tuhan
Aku ingin pulang...
Sudikah Engkau buka pintu dan jendela
Beri aku secuil udara
Karena setan itu menjerat ku dengan erat
Tuhan
Aku ingin pulang...
Lagi...
Malu menghampiri
Lagi...
Tertunduk lebih dalam lagi
Seberapa pantas aku menatap-Mu ?
dosa ini membenamkanku
Seberapa pantas aku menaruh harap ?
Sebab hitam sudah mengkarat
Tak perlulah Kau gelar karpet merah
Karena aku terlalu payah
Bukan bingkai kaca yang aku minta
Karena kembali pulang pada-Mu itu yang sangat berharga
Tuhan
Aku ingin pulang...
01:55 AM
"Berusaha menggali sisa-sisa putih dalam pekatnya hitamku"


TERMAKAN SENJA (!)

Duduk terpaku menatap tetesan air hujan
tanpa suara kamu minta pamit
yah, senja itu...
dikala tak ada yang perlu dibahas lagi
tak ada yang perlu didengar lagi
kecuali tetesanNya
yang akan menyisahkan sebaris luka
yang tergores dari hati sampai pada airmata.
Jangankan maaf
senyum pun takkan ku beri
karena kamu yang meminta
agar aku duduk tenang di sini
di jendela kaca ini
dan sebelum gelap menyertaiku
ingin kuukir sebuah nama yang meninggalkanku
dan biarkan dia termakan bersama hilangnya senja
sore itu (!)...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar