KISAH SANG
CILIK
cipt. Abang Dhio'
Dua tahun
lamanya dia mencari
Menyusuri setiap
waktu yang sisakanNya
Menapaki nafas
yang sedang bernegosiasi dengan malaikat maut
Menginjakkan
kaki mungilnya pada setapak trotoar kota
Hingga
terlelap di atas barisan-barisan koran bekas
Dua tahun
silam dia bercerita
Bersama linangan
air mata membasahi pipinya
Tentang kisah
kelam hidupnya
Yang berhasil
digelapkan oleh dunia
Dia bercerita
tentang ayah ibunya
Yang telah
pergi meninggalkannya
Dia ingin menangis
dalam dekapanku
Tapi tak
sanggup melangkahkan kaki lemahnya
Ayah ibunya
pergi dengan sebaris senyum
Menandakan tak
ada kekekalan yang abadi
Kerelaan yang
senantiasa dibarengi dengan keikhlasan
Menuju titian
sirathal Ilahi
Hanya sebait
itu yang membuatnya kuat
Kuat menantang
kerasnya dunia
Walau harus
terdiam seorang diri
Dalam putaran
waktu yang sombong
Ya, si cilik
yang mungil itu
Masih terus
berjalan di atas bebatuan
Masih tetap
mencari entah sampai kapan
Tertidur di
atas koran dua tahun silam
Yang masih
bercerita tentang kisahnya yang usang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar