Jumat, 06 Februari 2015

Puisi Kisah Sang Cilik

KISAH SANG CILIK
cipt. Abang Dhio' 

Dua tahun lamanya dia mencari
Menyusuri setiap waktu yang sisakanNya
Menapaki nafas yang sedang bernegosiasi dengan malaikat maut
Menginjakkan kaki mungilnya pada setapak trotoar kota
Hingga terlelap di atas barisan-barisan koran bekas

Dua tahun silam dia bercerita
Bersama linangan air mata membasahi pipinya
Tentang kisah kelam hidupnya
Yang berhasil digelapkan oleh dunia

Dia bercerita tentang ayah ibunya
Yang telah pergi meninggalkannya
Dia ingin menangis dalam dekapanku
Tapi tak sanggup melangkahkan kaki lemahnya

Ayah ibunya pergi dengan sebaris senyum
Menandakan tak ada kekekalan yang abadi
Kerelaan yang senantiasa dibarengi dengan keikhlasan
Menuju titian sirathal Ilahi

Hanya sebait itu yang membuatnya kuat
Kuat menantang kerasnya dunia
Walau harus terdiam seorang diri
Dalam putaran waktu yang sombong

Ya, si cilik yang mungil itu
Masih terus berjalan di atas bebatuan
Masih tetap mencari entah sampai kapan
Tertidur di atas koran dua tahun silam

Yang masih bercerita tentang kisahnya yang usang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar