Jumat, 06 Februari 2015

Puisi Jangan Panggil Dia Pelacur (!)

JANGAN PANGGIL DIA PELACUR (!)
cipt. Abang Dhio'


Mengapa kau biarkan dia kesepian?
Meratapi pusara hidupnya yang dingin
Dia tenggelam dalam cairan tubuhnya
Mengemis kesedihan yang tak berkesudahan

Semua takkan pernah sama
Ketika kepergiannya menyisahkan kepiluan
Ketika kehilangannya meninggalkan duka dan air mata

Dada ini terasa sesak
Melihat dia terbaring lumpuh tanpa daya
Terperangkap dalam pijaran cahaya piluNya

Ketika kebisuan memilukan hati
Apakah itu jalinan jerat kebosanan?
Sampai kapan kesanggupan dapat terukur
Oleh keibaan dan kerelaan

Tak ada kesendirian yang menyenangkan
Hingga kebersamaan melahirkan kebosanan
Dalam jejak-jejak kaki para pendekar kegelapan

Bisikkan kata itu, wahai perempuan!
Sekali lagi dengan lidah keluhmu
Bahwa hidupmu tanpa dosa
Dan mengabaikan kerinduan laki-laki bejat

Jangan Panggil dia pelacur
Jangan biarkan dia membisu

Karena keberadaanya di altar kehidupan mampu menjerat cahaya yang diredupkan
oleh laki-laki yang tenggelam dalam lautan kemurkaan

Teriakkan kemurkaan itu, wahai perempuan!
Sekali lagi dengan lidah kakumu
Bahwa engkau bukan pelacur
Engkau bukan pelacur
Yang mengemis harta para penghuni dunia

Katakan pada mereka
Bahwa engkau perempuan
Bukan pelacur (!)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar