Catatan Diakhir Kisah
cipt.
Abang Dhio’
Biarkan tangan lemah ini
Mengusap air mata di pipimu
Ketika tidak ada lagi
Yang mampu menemanimu
Biarkan bahu yang lemah ini
Menyandarkan tubuh mungilmu
Ketika tidak ada lagi
Tempat untuk menyandarkanmu
Mata ini yang akan selalu memahamimu
Bibir ini yang akan selalu menyebut
namamu
Kaki ini yang akan menuntunmu
Berlari dari pahitnya cinta
Karena kelemahanmu adalah deritaku
Karena kesedihanmu juga air mataku
Izinkan kugenggam tangan itu
Dan kulukiskan tirai kehidupan
Yang akan kau buka dan lihat
Ada kisah yang lebih indah
Disetiap
sela mata berkedip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar